Korek Api :: Pengertian Dan Sejarah Korek Api

Korek api merupakan salah satu benda yang mungkin disetiap rumah memilikinya. Saat belum banyak yang menggunakan kompor gas, saya yakin banyak rumah tangga yang menyimpan atau memiliki korek api, karena untuk memasak menggunakan kompor minyak atau kayu bakar pasti memerlukan korek api. Lalu, apa sebenarnya korek api itu?.

korek api
Dari wikipedia, berikut ini pengertian serta sejarah dari korek api:

Korek api (kadang disebut juga geretan atau pematik) adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali. Korek api dijual bebas di toko-toko dalam bentuk paket sekotak korek api. Sebatang korek api terdiri dari batang kayu yang salah satu ujungnya ditutupi dengan suatu bahan yang umumnya fosfor yang akan menghasilkan nyala api karena gesekan ketika digesekkan terhadap satu permukaan khusus. Walaupun ada tipe korek api yang dapat dinyalakan pada sembarang permukaan kasar. Korek api yang menggunakan cairan seperti naphtha atau butana disebut korek api gas.

Bangsa Tiongkok sejak 577 telah mengembangkan korek api sederhana yang terbuat dari batang kayu yang mengadung belerang. Korek api modern pertama ditemukan tahun 1805 oleh K. Chancel, asisten Profesor L. J. Thénard di Paris. Kepala korek api merupakan campuran potasium klorat, belerang, gula dan karet. Korek api ini dinyalakan dengan menyelupkannya ke dalam botol asbes yang berisi asam sulfat. Korek api ini tergolong mahal pada saat itu dan penggunaannya berbahaya sehingga tidak mendapatkan popularitas.

Korek api yang dinyalakan dengan digesek pertama kali ditemukan oleh kimiawan Inggris John Walker tahun 1827. Penemuan tersebut diawali oleh Robert Boyle tahun 1680-an dengan campuran fosfor dan belerang, tetapi usahanya pada waktu itu belum mencapai hasil yang memuaskan. Walker menemukan campuran antimon (III) sulfida, potasium klorat, natural gum, dan pati dapat dinyalakan dengan menggesekkannya pada permukaan kasar.

Dari yang sering ditemui di pasaran, korek api ada banyak jenisnya, ada korek api dari kayu, korek api yang menggunakan gas, korek api dengan kapas, dll. Meski mempunyai banyak fungsi/manfaat, lambat laun mulai banyak yang meninggalkannya, karena sekarang orang mulai berfikir praktis dan tidak mau repot.

Mati lampu tak perlu menyalakan lilin, karena sekarang sudah banyak yang menggunakan genset, lampu batrei, lampi cas, dll. Memasak sekarang sudah menggunakan gas, dan masih banyak contoh lainnya. Namun demikian, korek api masihlah diperlukan, karena masih ada kebutuhan-kebutuhan lain yang ada sangkut pautnya dengan api. Bagaimana menurut pendapat Anda?.

0 Comments:

Post a Comment